WATULINTANG
Sri Dewi Cempaka (Ratu Wonoasri) < Bijaksana, baik hati, saktimandraguna>
Soemarno (Putra Darto dan Lasmi) “Sebagai maing cluring” <Jahat,Sombong,sakti>
Lasmi (Isteri Darto, Ibu Soemarno) <Baik>
Darto (Suami Lasmi, Ibu Soemarno) <Baik>
Patih <Bijaksana, pemberani, gagah >
Prajurit <pemberani, gagah>
Tumenggung Karta <pemberani, gagah>
Kyai Soleh <agamis>
Santri 1 <pandai>
Ali (Sahabat Darto) <baik>
WATULINTANG
Dialog 1
Disebuah desa yang terpencil namun masih dalam wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit.Berawal kisah dari hidupnya sebuah keluarga yang awalnya menunjukkan kebahagian, dangan dianugerahi seorang bayi, yang akan membawa sejarah ini bermula.
Lasmi : ( menyapu halaman rumah pagi hari)
Darto : buuu…. Mumpung rumputnya masih segar, bapak pergi dulu, untuk makan ternak
Lasmi : Jangan terlalu siang pulangnya, keburu panas. Bapak sudah sarapan ?
Darto : Ya.. nsnti sarapan di warung saja.
Lasmi : Baiklah, tapi ingat jangan terlalu lama.
Darto : Jikalau nanti saya tidak pulang kurang jam 12 siang, maka bapak minta tolong persiapkan setimba air di depan rumah.
Lasmi : Iya..
Darto : Bapak pergi dulu, jaga bayi baik-baik
Lasmi : Akan terlaksana…( melihat suaminya pergi mencari rumput Lasmi melanjutkan menyapu, setelah menyapu Lasmi mempersiapkan setimba air di depan rumah. Dan pada akhirnya dia beristirahat sejenak untuk melepas)
Waktu menunjukkan 12.01 siang Darto pulang dengan membawa sekarung rumput. Dan
bergegas memberi makan ternaknya, setelah itu ia masuk rumah.
Lasmi : Sudah pulang pak. Mandi dulu sana bau pak. Nanti setelah mandi bapak, langsung ke meja makan.
Darto : (mengangguk).
Lasmi : ( mempersiapkan makanan)
5 Menit kemudian
Darto : Tadi yang mau dikatakan apa buu…?
Lasmi : Mari kita duduk di meja makan.
Darto : ( mengangguk )
Lasmi : Begini pak, bayi kita akan lahir beberapa hari lagi, maka dari itu kita persiapkan dengan baik.
Darto : Kalau menurut ibu bagaimana ?
Lasmi : Kalau menurut saya, tanah persawahan itu kita jual pada orang, untuk membiayai persalinan, kalau kita sudah punya uang kita beli tanah lagi, bagaimana pak ?
Darto : Kalai itu baik, apa boleh buat ?
Lasmi : Kalau begitu mari kita makan dulu ?
Setelah banyak berbincang-bincang mereka telah memutuskan semua untuk persiapan
kelahiran jabang bayi . 7 tahun kemudian.
Lasmi : (memanggil anaknya) Soemarno sini nak !
Soemarno : Ada apa bu ?
Lasmi : Tolong antarkan makanan ini untuk ayahmu, keburu lapar, tolong ya.
Soemarno : Saya tidak berani bu…!
Lasmi : Mengapa tak berani….?
Soemarno : karena ini pertama kalinya, boiasanya kan ibu yangmengantarkannya,
Lasmi : Tak pelu takut, karena anak laki itu harus berani, dan ini pembelajaran untuk kamu.
Soemarno : Tapi buu…
Lasmi : Ssss..t.!! Sudahlah nak tolong ibu ya…(tersenyum)
Soemarno : Baiklah buu…!!
Lasmi : Anak baik..ayo sekarang antarkan (tersenyum).
Soemarno : (Mencium tangan ibunya) Assalamualaikum…?
Lasmi : Waalaikum salam….. hati-hati
Keadaan disawah, Darto dan teman kerjanya (Ali). Kejadian itu berawal dari sini,
ketika parag yang digunakan Darto bekerja sehari-hari tertukar oleh salah seorang yang
pernah menjadi titisan maling cluring, pada saat ia dan Ali istirahat.
Ali : Ayo….kita istirahat dulu..
Darto : ayo…! Tapi kiriman ku belum dating ?
Ali : Ya mungkin masih diperjalanan….! Tunggu saja
Darto : (mengipas-kipaskan capingnya kemuka)
Ali : lahh… itu anak siapa, berani sekali bia kemari sendirian, cakep juga..?
Darto : Mana..?
Ali : tu….liat!
Darto : Ooo..h. itu anakku, berani sekali (memanggil anaknya) Soemarno sini nak…!
Ali : (menggeleng-geleng kepala melihat menu masakan istrinya) Darto kamu mau icip makanan ku…?
Darto : terimakasih anakku sudah mendekat.
Soemarno : (mendekat) maaf yahh, terlambat,…
Darto : Tidak apa-apa, ngomong-ngomonk kamu berani sekali kemari..?
Soem : Kata ibu, aku harus berani sebagai anak laki-laki.
Darto : sekarang duduk dulu makan sama-sama.!
Soemarno : Terimakasih yah.. aku langsung pulang saja.
Darto : anak baik, hati-hati!
Soemarno : (mengagguk)
Darto : (Lahap makan)
Ali : Lahap sekali kamu, lapar…?
Darto : iya..
Ali : aku sudah selesai, aku mau tidur dulu, nanti kalau mau pulang bangunkan aku, ok.!
Darto : (mengangguk)
Ali : (menguap) haaaaaaammm…!!!
Darto : (melanjutkan makan, dan menghabiskannya)
Dan beberapa saat kemudian Darto terlelap, tanpa diketahuinya parang itu ditukar oleh
orang misterius yang disebut sebagai mantan titisan maling cluring. 30 menit kemudian
waktu telah menunjukkan pukul 02.30, Darto terbangun dan membangunkan Ali, lalu
bersama-sama pulang. Malam pun tiba keluarga Darto terlelap. Keesokan harinya.
Darto : (di dapur) Buu… tadi malam bapak bermimpi, sesuatu hal yang buruk, yang akan menimpa keluarga kita.
Lasmini : hmm. Mimpi itu kan hanya bunga tidur, yakinlah pak semua akan baik-baik saja.
Darto : (ekspresi serius) bu.mimpi ini tak biasa, banyak masyarakat yang telah bercerita di daerah ini.
Lasmi : ahh bapak malah membuat ibu mikir saja, kalau begitu, coba ceritakan tentang mimpi yang bapak ingat tadi malam.!
Darto : Tadi malam bapak bermimpi, kalau keluarga kita adalah salah satu dari titisan maling cluring, dan bapak takut kalau anak kita nanti sebagai korbannya.
Lasmi : (berfikir) Kalau memang bapak yakin akan hal itu, coba bapak ambilkan 5 lembar daun sirih di belakang rumah!
Darto : untuk apa bu?
Lasmi : Sudahlah bapak nanti kan tau.
Darto : (bergegas mengambil daun sirih)
Lasmi : (mempersiapkan baskom besar yang berisi air)
Darto : (kembali menuju dapur) Ini bu..!
Lasmi : Terimakasih pak.!
Darto : Lalu bagaimana lagi?
Lasmi : Sebelum ini dimulai, dimana Soemarno?t
Darto : Dia masih tidur.
Lasmi : jangan ssampai dia tau aktivitas kitadisini, pastikan semuanya aman!
Darto : Ya.
Lasmi : ( memasukkan 5 lembar dau sirih, dan disusul dengan memasukkan parang itu)
Darto : lalu apa yang akan terjadi ?
Lasmi : (Terkejut).ini mala petaka, mimpi semalam itu, akan terjadi pada keluarga kita, kita harus bersiap.
Darto : Lalu apa yang harus dilaukan?
Lasmi : Kita harus memandkannya setiap malam ke-6 setelah hari kamis, bertepatan pada tanggalan malam jumat legi.
Darto :ini harus kita tempakan pada tempat yang aman, kalau bias kita buatkan ruang tersendiri.
Lasmi : (meneteskan air mata) iya…pak..rahasia ini tak boleh terbongkar ke siapa pun hany kita yang tau.
Darto : Lalu sampai kapan kita harus menutupinya?
Lasmi : Kelak, besar nanti, Soemarno yang akan membukanya.
Darto : Bagaimana ibu bias tau kalau soemarno yang akan membongkar rahasia ini?
Lasmi : Secara tidak sengaja maupun tidak itu pasti, seerat apa pun kita menutupinya rasa ingin tahu dia akan membuka ini, pasti terjadi.
Darto : ……..Bapak sudah tak bias befikir lagi, bapak hanya bias pasrah, dan menjalani, ini semua, jadi kita harus bersiap. Kalau kita sudah mengamankan pusaka ini, tujuannya untuk apa?
Lasmi : adalah untuk penanggulangan awal dari bencana agar kelak sampai 7 turunan tidak turun temurun, jadi kita yang mengawali maka kita yang harus mengakhiri.
Darto : Tapi anak kita tidak menjadi korban?
Lasmi : Tetap akan menjadi titisannya. Dan Soemarno tak boleh mengikuti kegitan bela biri, ini akan membuat sulit
Darto : ini akan membawa kematian pada anak kita.
Lasmi : memang.
Dengan aman Darto, dan Lasmi menutupi rahasia pusaka itu. Ternyata diketahui oleh
Anakanya sendiri, ketika Soemarno berumur 18 tahun, yang semula ia curiga, “ Mengapa
kamar itu takboleh dimasuki, dan apa isinya ?” .
Soemarno : Selama ini aku tak mengetahui isi dari ruangan itu. Aku akan mendobrak dan melihat nya
Darto : (merasakan ada hal buruk ia lalai dengan pusakanya) Soem jangan kamu lakukan
Soemarno : Biarkan aku.
Darto : (memegang anaknya erat-erat)
Soemarmo : lepaskan aku ( samapi akhirnya ia melihat isi ruangan itu)
Darto : (ter engah-engah)
Soemarno : (terkejut) haa… jadi selama ini bapak menyembunyikan parang ?. buat apa paak… (memegang parang, yang bermaksud untuk membuangnya)
Darto : (Menyahut parang yang akan dibuang) jangan naaakkk….!!
Soemarno : (marah) untuk apa bapak selama ini memuja barang yag tak ada guna ini?....sudah gila apa?
Darto : Ini demi kamu, juga termasuk kamu? (berhasil menyahut parang dari tangan soemarno)
Soemarno : (marah) Lalu apa yang bapak minta dari barang ini ?
Darto : Maaf, selama ini bapak tak memberitahu mu, karena bapak dan ibu tak mau kamu tahu, semua ini memang salah bapak, tapi kamulah yang menjadi titisan malaing cluring, untuk meneruskan perjuangan nya.
Soemarno : Aku tidak percaya pak..!
Darto : Meskipun kamu nanti tetap takpercaya dan akhirnya membuang barang ini, secara langsung atau tidak kamu pasti kembali dan patut di garis bawahi, jika kamu tetap ingin mempertahankan keturunanmu di masa yang akan akan baik, kamu harus meneruskan kutukan ini.
Soemarno : Jangan terlalu percaya dengan isu itu paak..!!
Darto : Ingat naak…ibu dan bapakmu akan mati, dan kamu yang harus meneruskan kelangsungan keturunan kita.
Soemarno : Aaaahhh…!!(pergi meninggalakan ayahnya, di belakang rumah)
Mengetahui hala itu, Soemarno tetap tak percaya, namun dalam beberapa hari
Kedepannya. Sampai akhirnya ia mengetahui sebuah bisikan-bisikan misterius, dan
terjadi pada mimpinya, dalam
percakapannya itu Soemarno di perintah untuk meneruskan jalan maling cluring, malam
itu di kamar Soemarno.
Soemarno : (terkejut, dan bangun dari tempat tidurnya) ha… (terbangun) Suara apa itu ?
Sr.misterius : ha..ha..ha…aku adalah suara yang akan selalu ada pada malam dan mimpimu….
Soemaro : Lalu apa maumu?
Sr.misterius : Ha…ha…ha… Kamu harus meneruskan perjalanan maling cluring.!
Soemarno : Aku tetap tidak mau.
Sr.misterius : Tetapi jangan salahkan bila nanti ada sesuatu yang akan terjadi pada orang tuamu dan anak cucumu, di hari yang akan dating.
Soemarno : Lalu, bila aku meneruskan perjalananmu apa yang akan terjadi?
Sr.misterius : Lihat saja sendiri!
Soemaeno : (berfikir)
Sr.misterius : Bagaimana?
Soemarno : (demi masa depan keturunannya ia setuju) Baiklah kalau itu maumu, lalu kapan aku melakukannya?
Sr misterius : Esok pagi, masuklah kedalam ruangan parang itu, ambil parang yang tersedia kemudian perglah kamu ke suatu tempat untuk bertapa.
Soemarno : Lalu….??
Sr.misterius : Bagaimana?
Soemarno : (mengangguk) ya..aku setuju.
Sr.misterius : Ha..ha…haha…ha ( suara menghilang sedikit-demisedikit)
Soemarno : (Memfikirkan hal itu, sampai akhirnya ia terlelap )
Keesokan harinya
Lasmi : (di belakang rumah, dengan keadaan cemas) hari ini saatnya, anakku akan menentukan nasipnyaa sendiri.(melihat anaknya yang akan memasuki ruangan tertutup itu Lasmi bergegas untuk sembunyi)
Soemarno : (berbicara sendiri) inilah waktunya (menuju parang)
Lasmi : (di tempat persembunyiannya) Semoga anakku tidak apa-apa (beberapa sat kemudian Darto dating & ikut mengintip)
Soemarno : (keluar ruangan dengan membawa parang, Menghela nafas) hhhhmmmm……!!!!
Lasmi : (keluar dari tempat persembunyiannya) Some….pergilah naak… hati-hati!
Darto : (keluar dari persembunyiannya) Kita bertemu di lain waktu.!
Soemarno : (mengangguk & pergi meninggalakan orangtuanya yang bertujuan untuk bertapa)
Perjuanagan Soemarno menjadi maling cluring dimulai setelah ia selesai bertapa
Untuk mendapatkan tugas, dr apa yang akan dilakukan olehnya.
Dialog 2
Situasi di daerah lain yangmana desa itu belum mendapatkan nama, dan juga adalah
desa yang masih dalam kekuasaan majapahit, diramalakan desa ini akan membawa
sejarah dan berakhirnya maling cluring. Hidup putri raja majapahit yang diangkat
menjadi seorang ratu, dan diperintahkan untuk mendirikan kerajaan yang bernama Sri
Dewi Cempaka yang cantik luarbiasa, sakti & peduli rakyat.
Dewi : ( di hutan belantara yang memiliki keindahan yanh luarbiasa) Untuk semua Patihku, dan rakyat ku yang mengungsi, disinilah kita akan memulai kisah hidup masing-masing, untuk meneruskan keturunan dan mencari keselamatan dari serangan kerajaan Kediri. Hutan ini akan ku beri nama, karena keindahan dan kecantikan Wono Asri itulah namanya. Disini akan dibangun kerajaan, aku minta kesediaan kalaian untuk ikut serta membangun, dan wilayah tanah kalian sudah dipersiapkan, agar tidak berebut, sekarang cari tanahmu, semua kebagian.( Masyarakat bergegas)
Patih 1. : (menuju Dewi Cempaka) Sendiko dawuh kanjeng, tanah sudah di bagi rata, untuk tanah pertanian menyusul.
Dewi : baiklah yang penting masing-masing kepala keluarga mendapatkan, lalu ada berapa kepala keluarga yang ada?
Patih1 : Semuanya berjumlah 100 kepala keluarga.
Dewi : Lanjutkan tugasmu, aku akan berjalan menentukan lokasi kerajaan akan dibangun, lalu tolong panggilkan tu menmenggung Karta, unuk menemuiku disini seegera!
Patih1 : Dilaksanakan gusti.
Dewi : (Dewi cempaka berjalan ke barat, mencari lokasi strategis, dan menunggu Tumenggungnya). Bagus juga wilayah ini, aku pastikan daerah ini akan membawa sejarah dunia yang tidak diketahui, dan akan adalah salahsatu nama desa yang membangun desa.
T.Karta : (Mendekat, menuju Dewi Cempaka) Sendika Kanjeng Dewi.
Dewi : (Mengangguk). Ya…. Sekarang kamu temani aku jalan-jalan, mencari lokasi yang bagus untuk kerajaan.
T.Karta : Saya rasa lokasi telah ditentukan di areal sana ( menunjuk ke timur)
Dewi :Hhhmm…. Saya rasa tempatnya kurang strategis, aku ingin tempatnya akan membawa sejarah, yang akan membawa cerita yang luarbiasa.
T.Karta : Sepertinya di depan ada sungai.!
Dewi : Ya… coba kita lihat!
T.Karta : ( Bertemu sungai) Sungai ini jernih sekali.
Dewi : Untuk sementara waktu sngai ini, biarkan saja, kita akan membenahinya, bebarengan dengan membangun istana.
T.Karta : Kanjeng apakah anda elah menemui lokasi yang tepat untuk istana?
Dewi : Isepertinya iya… aku luhat disana sepertinya tempat itu indah..!
T.karta : Mari kita lihat..!
Dewi : Aku ingin lokasinya berdekatan dengan lokasi hutan yang indah ini. Dan lokasi ini akan dijadikan pusa kepemimpinan. Sekarang apakah kamu telah membangun tenda untukku sementara waktu ?
T.Karta : Ya.. Semua telah di persiapakan..
Dewi : Bagus…. Untuk penjagaan malam ini adalah kamu yang memimimpin.!
T.Karta : Akan dilaksanakan gusti..!
Lama berbincang-bincang tak terasa matahari akan tenggelam Dewi Cempaka dan
Tumenggung Karta kembali ke penginapan sementara. Dan malam pun semakin larut
tiba-tiba Dewi Cempaka itu Sri Dewi Cempaka keluar dari perkemahanny.
Dewi : ( Menghembuskan nafas)ssssssttthhhhmmmm…!!!! Mala mini aku akan melihat alam dan aku akan pastikan semua keadaan di penjuru desa ini aman.
T.Karta : ( Mengetahui dewi cempaka di luar Tumenggung Karta menghampirinya) Mengapa Gusti tidak tidur..??
Dewi : Aku berfikir tentang desa wono asri ini… Bahwa aka nada hal yang menciptaka suatu hal yang baru.
T.Karta : hal apa itu?
Dewi : Kita akan memastikannya di kemudian hari.
T.Karta : Apakah itu sebuah bencana?
Dewi : Bukan melainkan suatu sejarah yang aka dikenal selamanya & akan turun temurun sejarahnya.
T.Karta : (mengangguk)…..
Dewi : mungkin ada sedikit kerusakan namun hal itu didak akan jadi masalah, karena semua itu akan membawa manfaat tersendiri, yakinlah..!!
T.Karta : Kalau begitu apakah tidak lebih baik mala mini Gusti Dewi istirahat dulu!
Dewi : Aku yang bertanggung jawab atas semua ini sebelum kerajaan Majapahit di serang kamu pasti tahu, aku telah mendapat tugas untuk menjadi ratu disini.
T.Karts : Saya faham Gusti..!
Dewi : Kalau begitu aku akan bertapa di bawah pohon itu aku harap kamu memastikan tidak ada satupun orang yang mengganggu aku!
T.Karta : Pasti Gusti.!
Dewi : Bagus ( menuju bawah pohon besar)
T.Karta : (melihat dari kejauhan) Semoga berhasil
Dewi : (bertapa di bawah pohon besar untuk mengeluarkan sukmanya yang bertujuan untuk membantu peranggya kerajaan Majapahit dan kerajaan Kediri, tak lama kemudian secara aneh Dewi Cempaka masuk kedalam pohon)
T.Karta : ( melihat dari kejauhan, sambil terkejut) waah…!! Memang pantas dia menjadi seorang ratu… kesaktiannya tak diragukan lagi, sudah lemah lembut, penyayang, bijaksana, cantik lagi. Namun akankah dia Siap untuk peperangan yang mungkin terjadi di 2 tahun kemudian.?
Patih : Ada apa di sini sendirian ? ( dengan membawa kayu kering)
T.Karta : Aku disini untuk berjaga.
Patih : Untuk menemani malam mini akan aku buatkan api unggun.
T,Karta : terimakasih
Patih : ( mengeluarkan kesaktiannya untuk membuat api unggun) cja..!!!
T.Karta : Luarbiasa….!!!
Patih : Ini adalah cara yang praktis. Ngomong-ngomong, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
T.Karta : Ceritakan saja.
Patih : Dari ramalan datuk Kalungku, di Pusat kerajaan majapahit, dia mengatakan jika 2 tahun kemudian kita akan perang dengan musuh yang sakti, yang berasal dari pertapaan goa Selo Mangkleng.
T.Karta : Aku tahu itu, Kanjeng Dewi juga mengatakan pada ku waktu itu.
Patih : Lalu bagaimana strateginya ?
T.karta : Itu semua akan di bahas esok pagi oleh petinggi Istana, termasuk kau dan aku.
Patih : Lantas bagaimana jikalau nanti musuh besar datang dengan membawa prajurit ribuan ?
T.Karta : Tidak mungkin dia membawa prajurit manusia, dia pasti membawa prajurit siluman yang disebut bolo alus.
Patih : ( Mendengar sesuatu dari jarak 1 km). Sepertinya ada penyusup dari jarak 1 km dr sini menuju utara.
T.Karta : Apakah kamu yakin?
Patih : Sangat yakin.
T.karta : Kalau begitu selidiki, Bawa 10 prajurit. Aku di sini menemani Kanjeng Dewi.
Patih : Segera. ( Pergi membawa 10 prajurit dan segera menumpas penyusup)
T.Karta : Semoga bukan maling cluring ( Tiba-tiba langit mendung di malam itu, dengan disertai suara petir). Mengapa sampai lama Kanjeng Dewi tidak kunjung kembali ?. Semoga tidak terjadi apa-apa dengannya. ( Pohon yang di tempati Dewi cempaka menutupi Tumenggung Karta, sehingga Tumenggung Karta tidak kehujanan). Memang hati Kanjeng Dewi masih ada di sini.
Penyusup mendekati Tumenggung Karta sehingga, Tumenggung Karta keluar dari
Naungannya, dan bertaruung dengan penyusup. Sehingga Tumenggung Karta kehujanan.
T.Karta : (Mendengar suara penyusup ) Siapa kau sekarang tunjukkan wujudmu.!, dasar pengecut, keluarkau
Penyusup : ( Menyerang dari belakang) yhhaaa….!!!
T.Karta : Ha… ( Terkejut, menghindar dan melawan) Beani-beraninya kamu menyerang dari belakang.
Penyusup : Heqq….!! ( sombong) Serahkan kekayaanmu padaku sekarang, kalau tidak aku akan menumpas kau dan semua penduduk di sini sekejap.
T.Karta : Tidak akan berhasil, ilmumu masih dibaawahku….
Penyusup : Heqqq…!!! Coba rasakan ini..!! ( menyerang Tumenggung Karta)
T.Karta : (Bertarung sengit, dan Tumenggung Karta terjatuh) Aaaahhhgghh…!!!
Penyusup : Hanya itu kekuatanmu ?
T.Karta : ( Tiba-tiba Dewi Cempaka keluar dari pohon dan membantu Tumenggung Karta) Kanjeng…??!!!
Dewi : Tak usah banyak kata.
Penyusup : Oooo… rupanya ada gadis cantik pemberani ( bersiul keras untuk memanggil temannya) cwiiiittt….!!!
Dewi : Kurang ajar ( marah)
Penyusup : Hahqq… Berani-beraninya kau.. mati saja…
Dewi : ( bertarung sengit)
Penyusup 2 : Yaaaa….( membantu penyusup 1)
T.Karta : Beraninya kau….( membantu Dewi Cempaka)
Dewi : Dimana Patih ? ( bertanya pada Tumenggung Karta)
T.Karta : Dia menyerang penyusup-penyusup di luar sana.
Dewi : Kalau begitu kerahkan prajurit yang tersisa, jaga masyarkat !
T.Karta : Lalu anda ?
Dewi : Jangan pedulikan aku, aku akan bunuh mereka semua. Cepat
T.Karta : Tapi..!!?
Dewi : Aaahhhh… tak usah tapi-tapian, ini perintah. Cepaat..!
T.Karta : Baik Kanjeng.
Dewi : ( masih bertartarung)
Penyusup : Sekarang kau kalah jumlah.
Dewi : Aku tak peduli, jika kau dapat mengakahkanku, aku rela semua hartaku menjadi milikku, termasuk diriku, namun jika kau tak bias maka aku akan mengantarkanmu ke neraka.
Penyusup : ( berkomunukasi dengan Penyusup 2) Bagaimana ?
Penyusup 2 : Terima saja, di kan hanya seorang perempuan!
Dewi : Bagaimana ??
Penyusup
Penyusup2 : Kami setuju ( serentak)
Dewi : baiklah, ayo kita mulai.! ( bertarung sengit)
Penyusup : ( hingga akhirnya penyusup1 mati sekejap)
Penyusup2 : haa..( terkejut) Sakti juga kamu, sekarang lawanmu aku.
Dewi : Heeqqhh.
Penyusup2 : ( bertarung sengit hingga akhirnya Penyusup 2 mati seketika)
Dewi : Kan ku kubur kau ( mengeluarkan kesaktiannya untuk membuka tanah lalu menguburkan mereka, dan menutupnua kembali.) Laki, Cuma gitu, siapa yang melatih dia? ( menuju perkemahan pusat menunggu Tumenggung dan Patih)
Keesokan harinya para petinggi kerajaan, perwakilan desa serta sesepuh desa,
merapatkan mengenai hal-hal yang mungkin terjadi yang akan menyerang, serta
membahas tatanan atau strategi perang dalam perang yang akan terjadi di 2 tahun p
kedepan. Dan hasilnya harus disepakati pada hari itu juga. Keesokan harinya keadaan di desa wonoasri
siang hingga malam sangat sepi sekali, banyak hewan yang terlihat gelisah, apa yang terjadi ??
Kyai Soleh : ( Siang itu Kyai Soleh merasakan hal yang ganjil, namun hal itu adalah sejarah yang luarbiasa). Sepertinya akan ada hal yang luarbiasa, namun suasana desa ini sangat membingungkan, apaaa, yang akan terjadi….???
Santri1 : sedang apa Kyai Soleh???. Kelihatannya gelisah sekali ?!
Kyai Soleh : Begini, apakah kamu juga merasakan jika suasana hari ini sepi, dan terlihat gelisah..?
Santri1 : Iya Kyai Soleh….!
Kyai Soleh : Sekarang, apa yang kamu rasakan?
Santri1 : Saya tidak tahu pasti apa ?, namun saya memperkirakan jika, …. Benda langit itu akan berpindah .
Kyai Soleh : Bagaimana kamu bias memperkirakan hal itu?
Santri1 : itu karena aku semalam bermimpi, jika bintang itu akan berpindah tempat malam nanti
Kyai Soleh : Lalu……….???
Santri1 : Mimpi itu seperti nyata….! Saya pada waktu itu, sedang berada di jalan setelah shalat isya’, lalu saya melihat ada bintang yang indah itu, lalu bintang itu semakin mendekat, lalu hal berikutnya saya sudah terbangun, jadi saya tidak tahu cerita selanjutnya.
Kyai Soleh : ( mengangguk ) mmmm…begitu, kalau memang akan terjadi jatuhnya bendalangit, aku pun taktau harus diapakan nanti, hmmm…, kita lihat saja nanti, perkiraan ini kurang 3 hari lagi.
Santri1 : Alangkah baiknya bila kita sembunyikan saja rahasia ini, karena belum tentu terjadi Kyai Soleh…!
Kyai Soleh : Baiklah, dan jikalau nanti dalam waktu dua hari suasana desa ini tetap seperti ini, maka aku akan mengumumkan pada Santri1ku saja.
Santri1 : Mengapa masyarakat lain tidak?
Kyai Soleh : Karena, nanti ratu yang akan turun ta ngan sendiri.
Hari ke-3 suasana desa tetap menunjukkan suasana yang sepi, lalu Kyai Soleh mengutus para Santri-santri
Nya untuk bergegas. Dan malampun tiba, ketika waktu menunjukkan pukul 08.00, angin semilir, tiba-
tibaberhenti, hewan malam seolah mengungsi, udara pun sangat dingin, obor yang biasanya menyala di
sekitar rumah-rumah penduduk pun juga mati.
Dewi : Mengapa mala mini begitu sepi, apa yang akan terjadi di desa ini..??
Patih : Kanjeng dewi, mengapa kanjeng belum masuk kediaman?
Dewi : Aku merasakan hala yang sulit aku perkirakan didesa ini, sekarang kamu ikut aku ke sana (menunjukkan lokasi yang akan terjadi jatuhnya benda langit)
Patih : Baiklah…
Dewi : Aku tidak mau jikalau nanti ada korban. ( menuju baerah yang di tuju).
Patih : ( menuju baerah yang di tuju)
Dewi : ( sesampainya di lokasi Dewi dan patihnya menunggu hingga 1 jam di areal persawahan) Sekarang kita cari lokasi yang cocok, untuk menyaksikan kejadian apa ini.
Patih : Lalu ada hubungan apa dengan sawah ini?.
Dewi : disinilah nanti, hal besar akan terjadi.
(Tiba-tiba Kyai Soleh pun datang)
Kyai Soleh : (mendatangi lokasi sawah yang tak jauh dari posisi Dewi Cempaka).
Patih : lho…itu kan Kyai Soleh, ada apa dia kemari??
Dewi : ya… benar…
Kyai Soleh : (Mendengar suara) . Dewi..?? Kanjeng Ratu juga disini
Dewi : Iya…. (melihat langit & terkejut) haaaqqq…… coba lihat itu!!!.
Kyai Soleh & Patih : (melihat ke langit)
Kyai Soleh : Itu batu…
Patih : Sangat besar….
Dewi : Menjauuhhh….
Patih & Kyai Soleh : (menjauh)
Melihat akan hal itu, 30 menit kemudian batu itu terjatuh, yang menyebabkan gempa kira-kira
Hingga radius 7 Km selang waktu 3 menit. Masyarakat terkejut, dan bergegas keluar untuk
menyelamatkan diri dan semua yang dianggap berharga.
Dewi : Mengapa batu itu tidak mengeluarkan api?
Kyai Soleh : Iya…. Dan Batu itu masuk kedalam tanah…
7 menit kemudian
Dewi : Ayo kita lihat lebih dekat…
Patih : Masalhnya gusti, batu itu mengganggu pandangan kita…..
Kyai Soleh : Tunggu ada yang bergerak dalam tanah…
Dewi : Waaahhhhh luarbiasa, pohon kecil itu tidak mati, melainkan tumbuh semakin cepat….
Patih : Ini akan menjadi sejarah.
Dewi : Masyarakat di sini sudah tidak perlu lagi mengguakan obor jalan.
Kyai Soleh : Dan setiap malam kita akan terbebas dari kegelapan, tetati mengapa cahayanya hanya berarah ke selatan sedangkan bagian utara batu itu tidak sebegit terang.
Dewi : Ini mungkin, jika hal baik akan berada di delatan dan yang buruk akan tertutup di utara, dan kita lihat saja nanti.
Setelah batu itu terjatuh dan cahayanya hanya memancarkan cahaya yang terang di bagian selatan dan redup di bagian utara. Dan akhirnya pada waktu itulah sang Ratu menamainya sebagai menjadi WATULINTANG. keesokan harinya.
Dewi : Patih sekarang kamu ikut aku ke sawah untuk melihat batu itu.
Patih : (Mengangguk) baik, mari…
Dewi : (sesampai di sawah ) coba kamu lihat jika siang tiba kita bias melihat bentuk batu itu.
Patih : terlihat sekali gusti
Dewi : Setelah ini ikut aku ke selatan.
Patih : Bagaimana jika sekarang?
Dewi : Panggil 2 prajurit untuk menemani kita.
Patih : (segera melaksanakan) .
Dewi : Aku akan memberi nama desa dengan nama yang baru, desa ini akan membentuk
banyak desa.
Patih : (kembali) Telah terlaksana gusti.
Dewi : Kalau begitu, ayo kita ke selatan.
Patih : Apakah nyala batu itu aka nada?
Dewi : Mungkin sebelu aku mati.
Patih : Mengapa bias begitu?
Dewi : Aku telah memperkirakanitu semua, jika batu itu tidak mati maka akan membawa
dampak yang tidak sesuai dengan keadaan alam di masa depan, dan aku tahu maling cluringlah yang akan meredupkannya, dan jika batu itu tidak diredupkan maka masyarakat akan lupa kepada Sang Hyang Widhi. Aku tidak mau.
Patih : Lalu……?
Dewi : Tetapi jangan khawatir Watulintang akan selalu hangat, dan akan mendapatkan harta
karun di sela sela batu itu, dan yang akan mendapatkannya adalah orang-orang yang diizinkan.
Patih : Kita telah berajalan agak jauh dari watulintang.
Dewi : Kalau begitu setelah perjalanan ini besok,umumkan kepada rakyatku, atas nama desa
yang akan ku beri nama, untuk tempat yang kita injak saat ini, ku beri nama desa Padang, dan kita selanjutnya akan terus ke selatan hingga akhir cahaya.
Patih : Apa alasan Gusti, untuk member nama Padang (Sambil berjalan).
Dewi : Karena desa padang akan menjadi desa yang luas, ketimbang Watulintang.
Patih : Perjalanan kita mungkin akan lama hingga nanti sore. Lalu mengapa tadi Gusti tidak
menunggangi kuda?
Dewi : Karena aku ingin mengenali desa ini.
Setelah beberapa saat kemudian.
Dewi : Kita sudah sampai di perbatasan cahaya, maka desa ini ku beri nama desa Wates, 3
desa telah ku beri nama untuk ke selatan, dan untuk ke utara maka ku biarkan maling cluring yang member nama.
Patih : Baiklah kalau begitu, mari kita pulang Gusti
Dewi cempaka dan bawahannya kembali pulang.Keesolan harinya Kyai Soleh Pergi kesawah dengan salah seorang santri untuk melihat batu itu.
Kyai soleh : Coba kamu lihat betapa besar kuasa ALLAH SWT.
Santri : Lalu ada apa kyai mengjak saya kemari?
Kyai soleh : Kamu ku ajak untuk melihat ini. Tuggu saja.
Santri : (Menunggu 15 menit). Ha… Kyai mengapa pohon itu bergerak sendiri?, sepertinya akan
tumbang?
Kyai soleh : lihatlah setelah ini.
Santi : (pohon itu ambruk) Apakah hanya melihat pohon yang umbang saja?
Kyai soleh : Lihat saja, pohon tadi itu memiliki daun yang lebat, sehingga pohon itu jatuh, meskipun
daun memiliki peranan penting dalam kehidupan pohon, di sini membawa arti yang berbeda yaitu, jika manusia terlalu di bebeni oleh dosa yang dia perbuat sendiri, maka akan berat naik dalam kata lain jatuh tidak bias masuk surga, begitu.
Santri : Lalu.?
Kyai soleh : Coba kita lihat orang itu!
Santri : ya..
Kyai soleh : Dia akan mencari kayu bakar, ranting, atau kayu yang jatuh kebanyakan oleh
masyarakat desa ini akan membuatnya menjadi kay bakar.
Santri : Lalu?
Kyai soleh : Coba kita kita lihat setelah ini, daun-daun pohon itu sedikit demi sedikit habis di bersihkan oleh orang yang punya sawah itu.
Santri : ya…!!!
Kyai soleh : Dalam hitungan mundur pohon itu akan berdiri kembali.
Santri : Apakah mungkin?
Kyai soleh : Coba kamu lihat akar pohon itu.
Santri : waaahh… iya. (pohon besar di samping batu itu roboh)
Kyai soleh : Nah, pohon itu akan berdiri sendiri.
Santri : Luar biasa! (melihat pohon tanpa daun banyak bias berdiri tegap lagi)
Kyai soleh : itu akan terus roboh dan berdiri untuk selamanya, dan terus begitu, kecuali ada orang yang menebangnya.
Santri : sekarang aku paham kyai.!!
Kyai soleh : Kalau begitu mari kita pulang.
2 tahun kemudian.Maling cluring menuju desa Wonoasri di setelah batu bintang itu terjatuh, suatu ketika Soemarno mengetahui Ratu tercantik di pulau jawa, yaiti Sri Dewi Cempaka, Soemarno ( Maling cluring ), lalu apa yang terjadi ?
Soemarno : Waahhh luarbiasa, ini harus aku dapatkan ( pandangan menuju Dewi Cempaka).
Tarjo : Ada apa kisanak, kelihatannya seperti orang mengintip sesuatu ?
Soemarno : ( Pandangan tetap pada Dewi Cempaka ) iya…..!
Taro : (Mengetahui apa yang dilihat Somarno), oooo…. Orang itu..?
Soemarno : ( Pandangan tetap pada Dewi Cempaka ) iya.. Cantik sekali dia…
Tarjo : ( Geleng-geleng) dia adalah seorang ratu di desa ini.
Soemarno : ( kaget & melihat Tarjo) ahhhgd…. Yang benar ?
Tarjo : Iya… kenapa ? kamu tertarik …?
Soemarno : iya… kenalin dong..!
Tarjo : Dia adalah salah satu putri dari raja Majapahit.
Soemarno : Waahh luarbiasa…
Tarjo : Mau meminang dia…. Silahkan berjuang..!
Soemarno : …. Bagaimana?
Tarjo : Dengan segala cara…
Sowmarno : Apakah dia sudah memiliki suami…..?
Tarjo : Belum, dia masih sendiri…
Soemaro : Kesempatan emas.
Tarjo : Silahkan dicoba…! ( pergi meninggalkan Soemarno )
Soemaro : ( mengangguk-angguk ) aku harus dapatkan dia… huhu..ha…ha…ha..!!!! Tak lama lagi kau akan jatuh di pelukanku….!
Kecantikan Dewi Cempaka Telah memikat maling cluring. Cerita dimalam hari.
Soemaro : Mengapa desa ini sangat terang, tadi siang tidak.(bertanya pada salah seorang prajurit)
Prajurit : Karena ada batu langit yang jatuh di sana.
Soemaro : ooooo….(berbicara dalam hati <mungkin ini akan menhambat aksiku untuk menyulik rau itu>)
Prajurit : Kisanak jangan melamun…
Soemaro : oh..oh.. ya.. kalau begitu saya pergi dulu, terimakasih.
Prajurit : ya…!
Malam itu malingcluring langsung melancarkan aksinya untuk mencuri Ratu Wonoasri, Sehingga
perangbesar melawan maling cluring yang sakti itu lumayan lama
Patih : Sendiko dawuh gusti ratu.
Dewi : Ada apa?
Patih : Maling cluring telah datang da dia sekarang akan menyulik kanjeng ratu.
Dewi : Kurang ajar. Siapkan 50 prajurit.
Patih : Mengapa hanya 50 prajurit?
Dewi : Disamping dia sakti, kekuatan sihirnya akan hilang jika dipakai di desa Watulintang apalagi cahaya itu, menghilangkan segala bentuk sihir.
Patih : Segera dilaksanakan gusti
Dewi : Dia takkan bisa menang.
Setelah semua prajurit di persiapkan Maling cluring iru secara langsung hendak mengeluarkan sihirnya,
dan ternyata sihir itu tidak bisa keluar karena terkena cahaya Batu itu. Hingga akhirnya ia melarikan diri
di utara desa Watulintang untuk menyusun strategi untuk dilanjutkan keesokan harinya tepatnya waktu
malam.
Soemarno : Mungkin dengan bulan purnama ini aku dapat menculik Ratu itu (menuju kekerajaan Wonoasri ¼ jadi. Sesampai disana)
Prajurit : Rupanya kamu lagi. Ada apa lagi, mau mencuri lagi ya?
Soemarno : Jangan ikut campur kau! Jika kau menghalangi aku maka akan ku bunuh dirimu.
Prajurit : Siapa takut.( betarung sengit)
Soemarno : (bertarung sengit dengan Prajurit)
Prajurit : Mana kesaktianmu?
Soemarno : (Langsung menusuk prajurit dari belakang)
Dewi : (datang membantu)
Prajurit : Hampir….terimakasih kanjeng Ratu!
Dewi : Ya… sekarang panggil para prajrit dan petinggi kerajaan lainnya.!
Prajurit : Dilaksanakan gusti.
Soemarno : rupanya berani juga kau…..?! sudahlah mengalah saja aku pasti memperistri kamu!
Dewi : Tak semudah itu kau memilikiku, jika kamu mampu, hancurkan rakyatku, toh ilmumu adalah aliran hitam.
Soemarno : Meski aliranku hitam namun cintaku padamu takkan hitam.
Dewi : Beraninya kamu.(Bertarung sengit)
Soemarno : (tiba-tiba kesaktian Maling caluring hilang saat bertarung dengan Ratu Cempaka) ha….
Ini tidak mungkin
Soemarno bingngung akirnya dia pergi meninggalkan desa itu, dengan kegagalannya membawa Dewi cempaka, tetapi dia berhasil mengencingi Batu bintang itu sehingga batu itu mati setelah dikencinginya, Beberapa hari kemudian Soemarno mati karena kutukan Watulintang tenggelam di lumpur hidup,sehingga dia tidak biasa meneruskan perjuangan Maling cluring.Dan setelah kematian sinar watulintang, Ratu cempaka mati dengan keadaan prawan tua. Desa Watulinang masih banyak cerita yang tersirat.
>sejarah sesungguhnya akan ditulis pada blog yang akan datang
Pengetahuan dan ilmu yang baru buat saya,ditunggu klanjutannya sukses selalu ..
ReplyDeleteTerimakasih ... aamiin
Delete